Saturday, November 13, 2010

Asal Usul Gunung Semeru

|

Pesan Hari Akhir - Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman.

Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau tetapi masih tetap miring, sehingga Mereka memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut.

Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.

Lingkungan geografis pulau Jawa dan Bali memang cocok dengan lambang-lambang agama Hindu. Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah para dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung diantara bumi (manusia) dan Kayangan. Kalau manusia ingin mendengar suara dewa mereka harus semedi di puncak Gunung Meru. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus. Selanjutnya daerah bergunung-gunung masih dipakai oleh manusia Jawa sebagai tempat semedi untuk mendengar suara gaib.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

Orang naik sampai puncak Mahameru ada yang bertujuan untuk mendengar suara-suara gaib. Selain itu juga ada yang memohon agar diberi umur yang panjang. Bagaimanapun alasan orang naik ke puncak Mahameru, kebanyakan orang ditakutkan oleh macam-macam hantu yang mendiami daerah keliling gunungnya. Hantu-hantu tersebut biasanya adalah roh leluhur yang mendiami tempat seperti hutan, bukit, pohon serta danau.

Roh leluhur biasanya bertujuan menjaga macam-macam tempat dan harus dihormati. Para pendaki yang menginap di danau Ranu Kumbolo sering melihat hantu Ranu Kumbolo. Tengah malam ada cahaya berwarna orange di tengah danaunya dan tiba-tiba berubah wujud menjadi sesosok hantu wanita. Biasanya hanya orang yang punya kekuatan mistis dia akan melihat hantu dan dapat bicara dengan hantu. Terserah orang percaya pada hantu atau tidak tetapi banyak orang Jawa yang percaya bahwa daerah Bromo, Tengger, Semeru banyak didiami oleh hantu-hantu.

Location:

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Kabupaten Malang, Jawa Timur
Indonesia



Related Articles:

7 comments:

al-wildan blog said... November 22, 2010 at 7:54 PM

wowowowo... gitu ternyata critanya

RifkyMedia said... November 30, 2010 at 3:02 AM

gw percaya. percaya kalo benua di atas bumi ini menyatu karena lempengan besar yg namanya Ancient continent yang namanya PANGEA, yg kemudian terpisah karena peristiwa tektonik, yang akhirnya membentuk benua benua spt yg ada skrg..pembuktian tsb berdasarkan beberapa kesamaan geografis dan ekologi pada beberapa tempat dibumi ini yg dulunya menyatu. utk teori diatas saya kurang bisa memahaminya, Saya lebih bisa menerima teori BIG CONTINENT/PANGEA..

Anonymous said... March 16, 2011 at 6:14 PM

teory ini memang tdk bisa difahami oleh manusia karena manusia kemampunnya terbatas tetapi kami yakin kemahakuasaan tuhan sang pencipta yang sangat rahasya yang tak terjangkau oleh pikiran manusia pesan pada penulis tolong lengkapi gambar lokasi ampelgading purbakala situs stkitarnya terimakasih

Story Lith'a said... May 29, 2012 at 11:30 AM

akhu belum percaya karena akhu tidak perna melihat dewa apakah bener dewa ithu ada ??????????????????????????????????????????

Mobile App Developers said... September 26, 2015 at 1:41 PM

Hi, Really great effort. Everyone must read this article. Thanks for sharing.

SEO Company Pitampura said... October 6, 2015 at 12:36 PM

This is wonderful. I am not quite much with the internet, but I believe that what I just read is some good material. Thanks for writing such wonderful article. God bless.

App Development Company Gurgaon said... November 26, 2016 at 2:55 PM

It was very useful for me. Keep sharing such ideas in the future as well. This was actually what I was looking for, and I am glad to came here! Thanks for sharing the such information with us.

Post a Comment

Copyright © 2010 Pesan Hari Akhir