Tuesday, November 2, 2010

Penampakan Mbah Petruk di Merapi

|
Pesan Hari Akhir - Masyarakat sekitar Gunung Merapi, khususnya di desa Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, meyakini adanya sosok gaib yang bersemayam di puncak merapi. Dia adalah Ki Petruk atau akrab di telinga masyarakat Selo dengan sebutan Mbah Petruk.

Di tengah kegalauan akan bahaya wedhus gembel, para pengungsi digegerkan beredarnya sebuah foto awan di Puncak gunung merapi. Bagaimana tidak? Dalam foto yang diambil oleh salah seorang warga Kecamatan Srumbung Magelang itu, awan itu menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung.

Foto tersebut milik Suswanto (40), warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin (25/10/2010) pukul 05.00 WIB dari rumahnya.

"Usai salat subuh, saya begitu melihat puncak Merapi kok ada awan bentuknya aneh. Langsung saya abadikan dengan kamera digital," ujar Suswanto.

Suswanto kemudian memperlihatkan foto itu kepada beberapa tetangga desanya seperti di Desa Ngargosuko, Desa Salamsari, Desa Krajan, Desa Jengglis, Desa Kemiren , Desa Sumberrejo dan Desa Kaliurang.

"Beberapa sesepuh dan orang-orang tua desa menyatakan jika sudah terlihat kepala Mbah Petruk atau Nyai petruk yang sudah menagih janjinya maka akan terjadi letusan di puncak Gunung Merapi yang sangat besar," tegas Suswanto.

Sugihartono, tetangga Suswanto, mengatakan warga setempat sangat mempercayai mitos Mbah Petruk atau Nyai Petruk. Mitos itu dipercaya secara turun-temurun. 
Mitos itu terkait cerita tentang kekecewaan Raja Majapahit, Brawijaya terhadap Kerajaan Demak dalam kisah Sabdo Palono Genggong. Brawijaya saat itu ingin menyepi di Gunung Lawu namun diusir. Brawijaya akhirnya bersemedi di puncak Merapi.

Saat menyepi di Merapi, Brawijaya bertemu dengan seorang wanita tua yang konon disebut Nyai Petruk atau Mbah Petruk. "Mbah Petruk kemudian mengeluarkan sabda jika Ada pemimpin di sekitar Merapi yang tidak benar dirinya akan menagih janji," ujar Sugihartono.
Benarkah penampakan itu adalah simbol dari letusan merapi yang sangat besar ?

Baik awan, langit, udara, air dan semua yang ada di alam semesta ini adalah milik Allah swt. Ketika berbentuk sesuatu sesungguhnya kehendak Allah semata, bahwa sebuah awan itu terjadi, kita semua menyadari bahwa di alam semesta ini bermilyar peristiwa yang terjadi, hal yang tidak masuk akal, adalah bermilyar peristiwa itu HANYA mampu di tangani oleh akal manusia sendiri.

Kejadian penampakan mbah petruk pada dimensi tertentu merupakan sebuah gambar awan yang oleh beberapa orang dapat dibaca sebagai sebuah warning, namun jika warning itu dikaitkan dengan mahluk halus (penunggu merapi) maka sesungguhnya kekuatan mahluk halus itu amat-lah lemah. Dia tidak bisa mencelakai manusia, karena tugas dia adalah menggoda manusia, sesuai janji dia ketika turun ke bumi.
Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. . Surah (7) Al-A’raf ayat: 14
Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.


Related Articles:

1 comments:

wahyu ardhana said... November 3, 2010 at 5:39 PM

Aduh ada apa dengan mbah petruk?siapa dia??

Post a Comment

Copyright © 2010 Pesan Hari Akhir